(Film) Jobs

Posted on Posted in Review
Share this : Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrEmail this to someonePrint this page

Another cool movie.. biografi orang sukses tidak pernah gagal untuk memukau. Agustus 2013 film Jobs rilis di US, begitu tahu film ini langsung saya browsing kira-kira kapan tayang di Indonesia. Ternyata sekitar Januari 2014 baru akan tayang di bioskop lokal. Wahh, masih lama sekali, sekitar setengah tahun lho bedanya. Untung beberapa hari lalu ada teman berbaik hati meminjamkan DVD film Jobs yang dia beli di Singapore. Konon disini juga belum edar DVD nya meskipun yang kualitas blue ray.

Film ini sangat inspiring, setidaknya untuk saya yang selalu kagum dengan orang-orang sukses yang kreatif. Steve Jobs adalah maha karya Tuhan. Mungkin hanya ada satu manusia diciptakan seperti dia sejauh umur dunia ini. Steve Jobs tumbuh sebagai seorang yang sangat independen, kreatif, visioner, dan artistik. Mengagumkan melihat banyak sekali hal hebat, karakter kuat yang matang dalam diri seorang Jobs. Sebagai seorang enterpreneur Jobs sangat matang, kemampuan negosiasi, kalkulasi, dan presentasinya yang memgagumkan tidak.pernah diragukan lagi. Yang lebih mengagumkan lagi adalah imaginasinya yang benar-benar tak berbatas. Sangat jarang pebisnis yang sangat peduli dengan nuansa seni. Tapi Jobs adalah orang yang berbeda, semua seperti menjadi kombinasi yang nyaris sempurna dalam diri Jobs.

Film Jobs ini memaparkan dengan baik hal-hal yang saya uraikan tersebut. Dalam film ini diceritakan sedikit tentang kehidupan Jobs pada masa pendidikannya. Di masa-masa yang sama juga digambarkan bagaimana kehidupan pribadi Jobs yang senantiasa diselimuti kegalauan akan fakta bahwa Jobs adalah anak yang dibuang, sesorang yang tidak diinginkan dalam hidup ini. Seorang Jobs kemudian menyikapi fakta tersebut dengan jauh berbeda. Ketimbang terus larut dalam kehidupan yang tidak diinginkannya, Jobs memilih untuk bergumul dengan sisi lain kehidupannya tersebut. Jobs memilih untuk tegak berdiri dan melangkah maju.

Kehidupan Jobs yang kemudian menjadi dunia yang penuh inovasi, teknologi, dan kreasi diawali dengan kolaborasinya dengan Steve Wozniak. Woz (nama panggilan Steve Wozniak) adalah ahli komputer yang juga teman dekat Jobs. Kolaborasi mereka kemudian menelurkan breakthrough di masa 1976 an dengan melahirkan PC dengan nama Apple dan Apple 2. Ini merupakan titik awal kesuksesan Jobs dan Apple. Apple Computers adalah nama badan usaha yang didirikan Jobs dan Woz yang kemudian melakukan perekrutan beberapa kolega amatir dilingkungannya. Ditandai dengan lahirnya Apple 2 Apple Computers tumbuh tak terbendung, membesar dalam 2 tahun dan menjadi pesaing terbesar IBM yang menguasai pasar komputer saat itu.

Dalam perjalanan Apple, banyak hal yang menjadi tantangan dan cobaan bagi seorang Jobs. Puncaknya adalah saat dewan direksi Apple memecatnya dan menggantikannya dengan John Sculley (eks. CEO Pepsi) yang ironisnya adalah rekrutan Jobs sendiri. Mungkin inilah titik terendah kehidupan Jobs selama karirnya. Ironis, perusahaan yang dia bangun dari nol kini menyingkirkannya.

Selepas ditinggalkan Jobs, Apple Computer justru memgalamai kemunduran. Puncaknya adalah pemecatan John Sculley dari posisi CEO. Kejadian ini yang kemudian memunculkan ide untuk menarik kembali Jobs untuk menangani Apple. Jobs kemudian kembali bergabung, kecintaannya atas pondasi Apple yang dia rintis dari garasi rumahnya mengalahkan segalanya. Kehidupan yang dijalaninya setelah dibuang dari Apple menjadikannya pribadi yang jauh lebih matang. Adalah masa-masa yang membuatnya lebih menjadi pribadi yang terintegrasi dengan baik.

Masa kembalinya Jobs di Apple kemudian menjadi masa keemasannya. Perang dengan IBM (Bill Gates) menjadi dominasi, Apple menjadi kompetitor serius bahkan dikemudian terbukti menjatuhkan IBM di pasarnya. Jobs sukses membalikan kondisi Apple sepeninggalannya. Visi dan kejeniusannya membawa Apple.ke masa kejayaan. Hingga pada tahun 2012 Apple dinobatkan sebagai perusahaan terkaya di dunia.

Menyaksikan film ini membawa ke dimensi berbeda, menginspirasi, mengajak untuk bangun dari zona nyaman dan mulai berkreasi. Rasanya pasti lebih asyik kalau durasi film ini bisa lebih lama, mungkin bisa lebih detail memceritakan kehidupan Jobs yang pastinya menarik. Dan juga acungan jempol layak diberikan untuk pembangunan karakter dalam film. Secara fisik, bintang-bintang di duplikat dengan baik. Almost perfect! Coba simak bagaimana uniknya cara Jobs berjalan yang diduplikasi dengan baik oleh Asthon Kutcher, kerap mengundang gelitik.

at Telanai pura, Jambi

Share this : Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrEmail this to someonePrint this page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *