(Buku) Jony Ive: The Genius Behind Apple’s Greatest Products

Posted on Posted in Review
Share this : Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrEmail this to someonePrint this page

Pemalu Idealis yang Berbicara Lewat Karya

Jony Ive, nama yang populer dikalangan pecinta produk ataupun desain besutan Apple. Bahkan di dunia teknologi dan desain modern umum, namanya pasti sudah tidak asing lagi. Jony Ive terbilang salah satu desainer terbaik dunia sampai saat ini. Lahir dengan darah british, gaya desain Jony Ive sangat khas, elegan dan mendalam. Potensi dan bakat besar tersebut yang membuatnya menjadi ikon design Apple. Lewat karya-karyanya bahakan sebelum bergabung dengan Apple, Jony Ive sudah berhasil mendapatkan banyak sekali penghargaan. Setipe dengan Steve Jobs -yang kemudian menjadi ‘soulmate’-nya di Apple- Jony Ive adalah tipikal profesional dengan kemampuan visioner yang tinggi. Kolaborasinya dengan Steve Jobs kemudian menjadi pertanda besarnya perubahan yang mereka lakukan terhadap dunia produk teknologi dan komputer pada umumnya.

Menyimpulkan buku ini saya melihat sepertinya plot cerita dibagi menjadi tiga bagian. Bagian pertama adalah cerita mengenai latar belakang kehidupan dan pendidikan Jony, bagian kedua bercerita tentang masa-masa awal dimana Jony yang mulai menjadi bagian dari Apple di masa sebelum kedatangan Steve Jobs, dan bagian ketiga adalah cerita tentang banyak kolaborasi Jony dengan Jobs (masa setelah Jobs kembali ke Apple).

Jony lahir dari sebuah keluarga yang cukup mapan. Ayahnya adalah juga seorang desainer. Mungkin dari ayahnya ini dia mendapat banyak darah seni. Mengenyam pendidikan dasar dan menengah di Inggris, beranjak remaja kemampuan dan bakat Jony dalam dunia desain mulai terlihat. Jony, dimasa kecilnya adalah seorang anak dengan Disleksia, yaitu salah satu jenis gangguan atau kesulitan belajar yang umumnya memengaruhi kemampuan membaca serta pengejaan seseorang. Namun itu tidak menunjukan apapun atau menjadi suatu ganjalan dikemudian hari. Kehebatannya dalam desain seperti tidak berhubungan sama sekali dengan keterbatasannya tersebut.

Di usia belasan kemampuannya semakin berkembang. Ayahnya berperan besar dalam perkembangannya. Mereka kerap kali berkeliling kota dan berbicara banyak dan berdiskusi tentang desain. Di usia belasan, referensi Jony tentang desain terasa sudah cukup matang. Hal itu dibuktikan dengan karya-karya Jony dimasa tersebut yang banyak sekali dikagumi bahkan oleh para desainer senior. Banyak orang beranggapan bahwa kemampuan Jony sangat menakjubkan, terutama kemampuannya dalam hal membuat sketch. Di usia terbilang masih sangat muda, hasil sketch Jony sudah sangat detail dan halus. Satu poin yang membuat karya Jony menjadi sangat kuat adalah perhatiannya terhadap detail. Di kemudian hari faktor ini juga yang membuatnya sangat berbeda dengan banyak desainer lain dan menjadi kekuatan inti dari banyak sekali desain produk Apple yang dia buat. Jony kemudian semakin dikenal dikalangan desainer Inggris. Beberapa kali di masa sekolah dia berhasil meraih beberapa penghargaan desain. Hal ini membuat tertarik sebuah perusahaan agency untuk merekrutnya sejak dini. Singkatnya Jony kemudian diberikan beasiswa oleh perusahaan tersebut dengan syarat setelah lulus dia akan bekerja untuk agency tersebut. Setelah kellulusannya, Jony kemudian menjadi desainer di agency tersebut.

Bekerja di perusahaan agency memberikan banyak pengalaman bagi Jony. Bertemu dengan banyak orang dengan passion yang sama, berhadapan dengan klien dengan tipe dan karakter berbeda, menjadikan Jony desainer yang lebih matang. Namun dunia agency tidak sepenuhnya mampu memuaskannya. Jony yang seorang idealis kerap berbenturan dengan fakta di dunia agency dimana klien memiliki hak penuh atas hasil akhir. Kejenuhannya kemudian membawanya membuka cakrawala yang lebih luas. Bersama beberapa teman seprofesi ia kemudian berkolaborasi. Alhasil, gaung kehebatan Jony semakin meluas sampai ke manca negara. Di Amerika, nama Jony mulai populer dikalangan desainer handal. Tak luput juga dari pendengaran petinggi Apple, perusahaan komputer ternama yang pada saat itu sedang dimasa penuh guncangan.

Ketibaan Jony di Apple bukan perkara mulus yang terjadi begitu saja. Atasannya dari jauh hari sebelumnya sudah mencoba merekrutnya melalui berbagai cara. Setelah beberapa tahun barulah Jony membuka diri. Di Apple inilah kemampuan Jony benar-benar ter-explore. Perhatiannya terhadap detail dan kesempurnaan menjadi titik utama yang membuat Industrial Design di Apple begitu berbeda dan selalu penuh gairah. Tim ID (Industrial Design) Jony di eranya adalah yang paling solid. Jony adalam seorang ‘Team Player’. Semua yang dihasilkan untuk Apple melalui team ID-nya dia selalu meng-klaim adalah hasil kerja tim. Di setiap penghargaanyang dia terima di kemudian hari Jony selalu menggunakan kata ‘kami’ ketimbang kata ‘saya’. Disini bisa dilihat betapa dia menghargai tim nya. Jony bukan saja seorang yang hebat dengan idealismenya, kemampuannya mngelola tim juga sangat baik. Seperti lewat rutinitas meeting pagi yang dia adakan dengan santai di pantry, diskusi grup dan display model di meja bengkel, dan sketch atau dummy yang dia biarkan berserakan, hal-hal tersebut mampu membuat tim nya selalu bergairah dan mampu melahirkan banyak penemuan baru. Sejak bergabung dengan Apple, nama Jony semakin membumbung tinggi sebagai seorang desainer handal. Hasil karyanya menjadi bagian penting dari solusi bagi Apple untuk keluar dari masa sulitnya saat itu. Hasil pemikirannya yang sangat berorientasi fungsi dan keunggulan yang diperuntukan bagi pelanggan menjadi kunci sukses. Tim ID di era Jony kemudian seperti menjadi jantung dari bisnis Apple.

Tahun 1997 Apple dalam kondisi guncangan besar. Board of Direction kemudian memutuskan untuk memanggil kembali ayah kandung dari Apple itu sendiri. Steve Jobs. Sekembalinya Jobs di Apple spontan perubahan besar digaungkan. Jobs memangkas banyak sekali riset dan pengembangan produk yang menurutnya tidak perlu, yang konsekuensinya adalah pemecatan banyak sekali karyawan. Menurut Jobs kemunduran besar Apple adalah dikarenakan produk-produk yang mereka buat tidak lagi memiliki birahi. Kalau menurut dia, “There’s no sex in it”. Produk Apple tidak lagi menarik, tidak menjual, dan hanya sebatas akal-akalan nuntuk menaikkan margin. Oleh karena itu, Jobs memandang revolusi besar di tubuh Apple saat itu harus menjadi prioritas. Di masa banyaknya karyawan yang diberhentikan, divisi dan project yang dibubarkan, Jobs justru tertarik dengan apa yang dia temukan pada divisi ID. Disitu Jobs seperti menemukan sesuatu yang menurut intuisinya adalah suatu hal yang akan menjadi bagian besar dari Apple. Model-model yang ada disitu, sketch, dan konsep yang ada di ruangan ID membelalakkan mata Jobs. Disinilah awal pertemuan Jobs dengan Jony yang dikemudian hari mereka akan menjadi ‘soulmate’. Kolaborasi Jony dengan Jobs adalah titik terang yang membawa Apple kembali ke kejayaanya. Hanya butuh beberapa tahun saja sampai Apple kembali menjadi perusahaan terbesar dengan ‘net worth’ tertinggi di Amerika dan bahkan dunia. Visi jenius Jobs mampu diwujudkan dengan sempurna berkat kemampuan Jony. Jobs yang sangat peduli terhadap desain merasa bahwa kolaborasinya dengan Jony adalah hal terbesar yang mampu membangkitkan kembali Apple. Jobs sangat berterima kasih kepada Jony dan tim nya. Jobs membuat aturan khusus terhadap divisi ID, dimana Jony dan tim nya bertanggung jawab langsung terhadap Jobs. Hal yang sangat unik dan tidak sejalan dengan struktur perusahaan. Ini merupakan privilige yang diberikan Jobs kepada jony dan tim nya.

Buku ini bercerita jelas tentang kehidupan Jony yang membuatnya menjadi desainer kenamaan dunia, bahkan mungkin yang terbaik di dunia saat ini. Lewat cuplikan hidupnya pembaca bisa belajar untuk mengetahui kekuatan yang dimiliki Jony Ive sebagai seorang Industrial Designer. Passion nya terhadap desain, ketelitian, kelembutan, perhatian terhadap detail, dan kebenaran fungsi untuk pengguna. Hal-hal inilah yang digambarkan sebagai inti dari pandangan Jony terhadap design. Hal tersebut pula yang membuat dia besar. Keyakinannya tentang fungsi dan penyederhanaan terhadap sebuah produk telah melahirkan banyak sekali produk sensasional yang merubah dunia. Wajar bila dikatakan Jony Ive adalah desainer terbaik dunia saat ini.

 

Jony Ive on Industrial Design

Share this : Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrEmail this to someonePrint this page

2 thoughts on “(Buku) Jony Ive: The Genius Behind Apple’s Greatest Products

  1. Always understand that the price of diamond reduces nearly
    ten percent due to lower clarity. Platinum is extremely popular option for rings but it is extremely expwnsive metal.
    The fact remains, most of these drling gems usually aren’t formed neiher created together with the
    same ultra today’s technnology accustomed to mass-produce the majority of our latest expensive jeweelry merchandise. http://teleicong.full-design.com

    1. HiIt would be good to know what version of VMware were you running, just in case people end up here and the patch does not work right out of the bo.nkhaxTs!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *