(Buku) Oh My Goodness – Buku Pintar Seorang Creative Junkies

Posted on Posted in Review
Share this : Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrEmail this to someonePrint this page

Category: Books
Genre: Reference
Author: Yoris Sebastian

Kalau dengar nama Yoris sepertinya gak asing lagi ya.. kalau masih asing, coba yang ini : “I Like Monday” apa masih kedengaran asing? (kalau ya berarti kamu sudah terlalu lama tinggal di Mars :-p) Yup! Yoris yang itu, pemrakarsa ‘I Like Monday’ program kreatif musikal di Hard Rock FM, yess, Yoris yang itu, anak muda kreatif yang sukses lewat imajinasi dan kreatifitasnya. Dan buku ini adalah salah satu buah kreatifitasnya untuk di-share dan ditularkan kepada insan-insan non-kreatif, ataupun semi-kreatif untuk menjadi kreatif banget.. 😀

Isi buku ini berisi pemikiran, konsep, berbagi pengalaman dan inspirasi yang didapat Yoris dari perjalanan hidupnya sebagai seorang creative junkies. Isi buku ini dibagi dalam tiga part yang terdiri dari berbagai chapter yang mungkin meng-inspirasi diri kita untuk menjadi lebih kreatif.

Part 1 (Satu) bercerita tentang hakikat kreatifitas, dimana diungkapkan bahwa setiap insan sangat mungkin memiliki kreatifitas, karena kreatifitas bukan lahir dari faktor bawaan melainkan lahir dari habit atau kebiasaan. Kreatifitas mungkin dicipta dan dikembangkan. Disamping itu yang menjadi faktor penunjang kualitas kreatifitas adalah Pengetahuan atau Knowledge yang sangat powerfull untuk memunculkan berbagai inovasi dan segala bentuk kreatifitas lainnya. Dengan bekal pengetahuan, kreatifitas, dan wawasan yang luas, seyogyanya kita akan selalu melahirkan inovasi baik kecil ataupun besar, untuk diri kita sendiri atau orang lain, yang akan membuat kita terhindar dari sifat Mee-Too-ism. Apakah Meetooism? dalam buku ini dijelaskan bahwa Meetooism adalah sifat ikut-ikutan yang sudah sangat membudaya khususnya dilingkungan kita pada saat sekarang ini.

Pada Part 2 (Dua), Yoris ‘mendongeng’ tentang bagaimana kreatif itu bisa muncul? dimana kita bisa menemukannya dan mengajaknya pulang bersama kita?. Maka disini Yoris berbagi pengalamannya mengenai hal-hal yang mungkin dilakukan untuk memicu kreatifitas dan inovasi seperti latihan yang dilakukan secara konsisten dan terus menerus, tips-tips me-manage dan me-maintain ide dan kreatifitas dan berbagai inspirasi lainnya untuk mengasah kemampuan kita agar menjadi selalu kreatif dan penuh ide.

DI bagian akhir buku ini, Part 3 (Tiga), Yoris bercerita tentang kreatifitas dan hubungannya dengan dunia yang kita geluti. Yoris berbagi ide tentang konsep eksistensi diri dalam persaing bisnis era sekarang ini. Diungkapkan bahwa untuk bisa survive di jaman sekarang ini, sifat kreatif dan inovatif adalah sebuah keharusan. Tanpanya kita hanya akan terlihat seperti tinggal di jaman batu dan memasak menggunakan perapian, sementara di tempat lain orang-orang menggunakan Microwave… :)) Intinya, disini Yoris memberikan cukup banyak inspirasi dan mungkin juga solusi terhadap berbagai kebutuhan dan permasalahan yang berhubungan dengan kreatifitas.Seperti paparannya yang mengungkapakan bahwa kreatifitas bisa menjadi problem solver paling ideal di banyak sudut pandang permasalahan. Hal tersebut dijabarkan secara detail bahkan Yoris juga menyertakan satu chapter tips dan inspirasi untuk mempertimbangkan faktor resiko dan bagaimana me-maintain serta mengembangkan sebuah ide atau kreatifitas bilamana akan di konversi menjadi sebuah project nyata.

Mungkin buku karya Yoris Sebastian ini bukan satu-satunya buku yang bercerita tentang kreatifitas dan motivasi diri untuk menjadi kreatif, namun saya yakin buku ini sedikit banyak akan mampu memperkaya khasanah wawasan dan pemikiran kita tentang dunia kreatif yang tentu saja kita harapkan mampu memacu diri kita menjadi insan yang lebih kreatif.

Oh iya.. ada beberapa keunikan buku ini yang membuat buku ini jadi lebih menarik buat saya. Yang pertama adalah buku ini menyertakan latihan seperti berupa tabel, daftar pertanyaan atau isian yang memotivasi untuk bertindak langsung sebagai latihan. Dan yang kedua adalah : buku ini dibuat tanpa nomor halaman. Sampai sekarang saya juga masih bingung kenapa dibuat seperti itu, sampai-sampai peernah saya tanyakan langsung ke Yoris melalui akun twitternya. Sejauh ini asumsi saya adalah, hal tersebut ditujukan untuk melatih fungsi otak tertentu waktu kita kebingungan mencari nomor halaman. Whatever lahh.. Yoris! 🙂 thanks for share us this good stuff.

“All children are artists. The problem is how to remain an artist once he grows up”
Pablo Picasso

****

Share this : Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on PinterestShare on TumblrEmail this to someonePrint this page

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *